Skip to main content

Posts

Pengaruh Circle di Kehidupan Muhammad Al Fatih

Banyak yang berharap generasinya kelak bisa seperti Muhammad al Fatih, yang punya visi dan misi besar, mampu menaklukkan Konstantinopel. Cuman yang tidak disadari adalah Muhammad al Fatih lahir dari perut kerjaan, bapaknya Raja. Iahir di lingkaran elit. Semua diskusi besar ada di disitu. Didikannya sangat-sangat mahal. Dihadirkan guru-guru yang hebat untuk jadi mentornya setiap saat. Yang kira-kira seluruh ilmu dari gurunya akan dipergunakan nanti, seperti strategi perang, siasat, bahasa, bagaimana bicara dengan pengaruh yang kuat kepada pengikut, kemampuan mempengaruhi, pengenalan tentang karakteristik negara yang akan ditaklukkan. Prosesnya sangat-sangat panjang dan melelahkan. Maka sangat wajar jika hasil yang didapatkan juga sangat-sangat memuaskan. Karena seluruhnya dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan ongkos yang mahal. Sebagaimana Nabi memprediksi terhadap pasukan Al Fatih beratus ratus tahun sebelumnya yang kelak betul-betul terealisasi. Ingatlah peran Guru atau ...

Sisi Dakwah di Piala Dunia Qatar 2022

Saya cukup mengikuti betul Pildun Qatar 2022. Bukan karena Saya suka bola. Karena Saya melihat sisi yang berbeda. Terutama Qatar dan Nilai Islam yang coba ia terapkan. Puncaknya isu Pildun Qatar ketika tidak memberikan ruang bagi LGBT. Qatar betul-betul disorot di mata dunia. Saya mengikuti itu di Twitter dan Instagram. Belum selesai gejolak penolakannya kepada lambang-lambang LGBT, ia kembali mengagetkan publik dengan memasang sabda-sabda Nabiullah Muhammad saw di tempat-tempat strategis untuk dilihat dan akan dilalui banyak orang. Selain itu, Ia juga melarang minuman keras, tidak menolerir itu. Bahkan salah satu klub bola yang sangat terkenal mencoba mendaratkan pesawatnya namun dilarang karena atribut LGBT terpaksa harus bertolak ke negara lain untuk mengganti pesawat tanpa atribut. Semua yang mencoba melawan kebijakan dibungkam dengan sangat profesional. Isue HAM dan Toleransi mencoba untuk diterikkan. Pandangan sinis dimana-mana. Namun bagi Qatar, Kalian harus tunduk patuh dengan ...

Pendidik Perlu Tau Cara Membuka Jalan

  “Apakah kalian sudah membaca buku (Kitab Pilot terkenal) ini,?” ucap Maverick kepada calon didikannya. “Semua telah dibaca,” serentak didikan Maverick menjawab. Setelah itu, Maverick lantas membuang buku tersebut, lalu dengan suara lantang Ia menyampaikan kepada calon didikannya, “Buku ini juga telah dibaca oleh musuh-musuhmu, yang musuh-musuhmu tidak tau adalah kemampuan kalian.” Ungkapannya ini, merupakan hal yang aneh yang dirasakan oleh para didikannya yang kelak didikannyaa ini akan dilatih dengan demikian ketat untuk melakukan suatu misi yang sangat rahasia yang taruhannya adalah nyawa-nyawa mereka. Benar saja, dalam kehidupan, kita telah menuntaskan buku bacaan yang sama namun output yang dihasilkan belum tentu sama. Karena setiap orang punya kemampuan yang sangat berbeda. Maka membaca tidak cukup untuk mengaktualisasikan diri. Hal yang sama pernah disampaikan oleh Ali bin Abi Thalib, “didiklah generasimu sesuai dengan Zamannya” (Ungakapan ini masyhur disandarkan...

Komunikasi Dakwah Internasional Imam Shamsi Ali

 Komunikasi Dakwah Internasional Imam Shamsi Ali “Dimana ada kebenaran di situ ada tantangan. Dimana ada tantangan di situ ada kemenangan bagi islam, karena islam ini tidak akan bisa terkalahkan.” 1.     Self Konfidence “Semua Kita Bisa” harus membangun kepercayaan. Percaya diri Kita bukan bersumber dari Arogansi, dan kesombongan bukan karena ego yang Kita miliki tapi kepercayaan diri yang bersumber dari bahwa yang Kita sampaikan adalah kebaikan dan kebenaran Al Haqqu Min Rabbik Fala Takunnanna Minal Mumtarin) Kata Mumtarin itu, tidak Goyah punya self konfidence. 2.      Milikilah Iqra’ atau Wawasan. Jadi bukan sekadar ilmu dalam arti Kta hafal, Kita baca dari Buku, tapi harus memiliki wawasan Beda antara orang yang berilmu dan orang yang berwawasan. Orang yang berilmu sesungguhnya akan punya wawasan. Tapi ada orang yang berilmu, mohon maaf Dia dibatasi oleh dinding-dinding masjid. Sehingga tidak paham apa yang terjadi di luar sana. Akibatnya apa, Kita...

Tidak ada yang Abadi kecuali Perubahan itu Sendiri

Tidak ada yang Abadi kecuali Perubahan itu Sendiri Dalam salah satu kesempatan Saya mengikuti satu satu lembaga training, pada sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan tentang skil/jurusan yang sementar Ia jalani. Namun dalam perjalannya, Ia cukup galau karena merasa jurusannya itu akan digantikan oleh teknologi. Tekonologi bahkan lebih canggih mengambil alih skil yang selama ini ia jalani dan ia geluti. Ia memprediksi, suatu saat keahlian Ia saat ini pasti akan tergantikan, dan Ia pasti tidak diapakai lagi. Pemateri yang saat itu menjawab, yang kira-kira jawabannya begini, “Sebaiknya memang, pada skil skil atau kemampuan yang Kita miliki, setiap tahun harus dievaluasi, guna untuk memikirkan apakah ini akan masih perlu dipertahankan atau harus dihentikan dan mengganti dengan keahlian yang baru,” menurutnya. Pada kesempatan yang lain, dalam seminar yang Saya ikuti, sang pembicara menuturkan bahwa “Masa depan itu jangan pernah berpikir bahwa 10 tahun atau 20 tahun lagi, t...

Imam Imamji Dih?

Suatu waktu, Saya pernah bertamu di rumah seseorang. Seperti biasa, Kita mulai kenalan dengan mengenalkan nama. Lanjut pertanyaan selanjutnya yaitu pekerjaan. Bertanya soal pekerjaan memang rada-rada berat dijawab oleh orang tertentu, apalagi jika pekerjaannya itu tidak ada dalam list yang dianggap sebagai pekerjaan wow, mewah, dan bergengsi, setidak-tidaknya PNS lah. Biasanya kurang power full mengucapkannya. Saya menyebutkan jika saat ini Saya sebagai Imam masjid. Sontak Ia langsung menanggapi, "Imam-imam ji dih?" Saya dengar tanggapannya itu langsung kena mental. Segitunya kah Imam di benak Dia? Spontan Saya menanggapi tanggapannya itu, sebagai tanggapan yang berlebihan bahkan 'kurang ajar' setidaknya dalam penafsiran Saya, merujuk dengan bahasa dan nada yang Dia gunakan. Lanjut, Ia juga bertanya "Apakah Imam itu punya Gaji?" Saya lalu diam, tidak ingin memperpanjang. Cari pembahasan lain. Entah bagi Dia itu merupakan hal yang biasa saja, mung...

Jadi Publik Speaker atau Designer?

Ini adalah prespektif Saya. Setelah menjalani keduanya. Menjadi Publik Speaker, MC atau hal yang berhubungan dengan bicara dan juga menjadi sebagai Designer dan Editor Video atau semacamnya. Perlakuan orang dengan dua profesi ini sangat beda, dan kadang kala juga sangat 'anarkis'. Jika bicara finansial, tentu lebih memilih jadi Publik Speaker. Karena, ini modal yang digunakan cukup sedikit dan juga resikonya sangat minim. Contohnya jika jadi MC, apa modalnya? Paling di pakaian yang Anda gunakan. Jikapun membeli pakaian yang mahal, cepat balik modal, makan tidak perlu keluarkan biaya karena biasanya disediakan, kira-kira apa lagi yang membutuhkan pengeluaran? Bagaimana soal fee nya? Tenang, bisa-bisa mengalir deras. Mungkin kadang merasa, kok padahal cuman sekian menit tapi feenya gede banget. Inilah spesialnya profesi ini. Membutuhkan sedikit modal, sekalipun mengeluarkan modal, pasti cepat balik modal. Beda jika jadi Designer, Videografer, Fotografer atau apapun istilahnya yan...