Skip to main content

Posts

Ziarah Kubur dan Renungan Sirkulasi Kehidupan

 Ziarah Kubur dan Renungan Sirkulasi Kehidupan Ziarah kubur di momentum hari Raya Idul Fitri menjadi sangat jamak dilakukan oleh umat muslim khususnya di Indonesia. Rasa-rasanya ada yang kurang jika tidak menyempatkan diri untuk menziarahi kuburan keluarga yang telah mendahului. Sebab di momentum inilah, orang bisa meluangkan waktu terlebih jika terikat dengan suatu pekerjaan. Dan di hari Raya Idul Fitrilah orang diberikan kesempatan untuk mudik dan bertemu sanak keluarga di kampung. Namun, Ziara Kubur tidak hanya menyaksikan hamparan kuburan dan ornamen ciri khasnya tapi juga menghadirkan renungan. Orang-orang yang telah mendahului Kita, adalah orang-orang yang dilengkapi dengan ketokohannya. Ia menjadi tokoh di masanya. Ia pernah menjadi sangat berjasa bagi banyak kehidupan orang lain. Ia bagai bak pahlawan yang sangat berjasa. Ia pernah membuat satu terobosan, kebijakan dengan segala maslahatnya. Tapi yang namanya kehidupan pastilah ada akhirnya. Allah punya skenarionya. Bahwa s...
Recent posts

Idul Fitri: Bahagia dan Membahagiakan

 Idul Fitri: Bahagia dan Membahagiakan Satu potongan ceramah yang sangat menginspirasi di hari Idul Fitri ini oleh Syakh Dr. Yusuf al Qardawi Ramadan dan Idul Fitri menghadirkan dua pesan istimewa; Satu pesan Rabbani, bahwa setiap individu mempush dirinya agar meningkatkan ketaqwaan dan mengekang syahwatnya. Bahkan membatasi diri dari hal-hal yang berlebihan meskipun itu halal. Bersikap proporsional terhadap sesuatu dan merutinkan diri dengan ibadah-ibadah yang menunjang peningkatan ketaqwaan, baik puasa, solat wajib disempurnakan dengan solat sunnah dan ibadah yang lainnya. Dan ibadah ini, jika didawamkan akan sangat membahagiakan, membuat hati menjadi sangat sehat, meningkatkan rasa syukur, tawadhu’, rendah hati, sangat mudah berlapang dada. Dua Pesan Insani, yaitu membahagiakan orang lain terutama yang sangat membutuhkan. Dalam bulan puasa, ada satu syariat yang menjadi penyempurna dari rangakian ibadah seorang muslim yaitu Zakat Fitrah. Apa pesan Zakat Fitrah bagi umat muslim? ...

PEMBISIK

 PEMBISIK Ada satu diksi dalam hadist Nabi yang cukup menyita perhatian Saya adalah istilah bithonan بطانة yang artinya pembisik. Dalam hal kekuasaan, istilah ini tidak bisa dipisahkan dan memiliki peran yang sangat strategis. Sebab Ia bisa menjadi mata dan telinganya pemimpin yang sedang berkuasa. Apa yang disampaikan, agenda yang dikehendaki akan memiliki peluang diakomodir. Karenanya, jika si Pembisik punya agenda tersulubung akan sangat berbahaya. Begitupun sebaliknya, jika agendanya demi kemaslahatan bersama maka akan menciptakan dampak yang luar biasa. Di antara hadits yang menyinggung pembisik ini adalah: ‎مابعث الله من نبي ولا إستخلف من خليفة، إلا كانت له بطانتان؛ بطانة تأمره بالمعروف وتحضه عليه، وبطانة تأمره بالشر وتحضه عليه. والمعصوم من عصم الله “Tidaklah Allah ‘azza wa jalla mengutus seorang Nabi atau mengangkat seorang khalifah [pemimpin], melainkan padanya ada dua pengawal [orang dekat, orang kepercayaan, atau pembisik]; pembisik yang memerintahkan perkara baik dan ia ...

Zoom Out View dan Zoom In View

 Zoom Out View dan Zoom In View Pernahkah Anda melihat bahwa setiap orang punya cara tersendir dalam menyelesaikan masalahnya? Ada yang betul-betul tepat dan tidak sedikit justru menambah masalahnya. Kenapa seperti itu? Itu mungkin bisa disebabkan cara Ia melihat suatu masalah dan cara Ia mengambil keputusan. Jadi ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penentu, masalahnya bisa selesai atau malah menambah masalah. Nah, dalam menyelesaikan masalah dan betul-betul tepat Kita perlu Zoom Out View, melihat secara utuh suatu masalah, sehingga bisa memastikan langkah apa yang akan Kita ambil. Apakah masalah itu saling terkait atau hanya melibatkan satu unsur saja. Selain itu, perlu juga namanya Zoom In View, yaitu melihat lebih detail dan lebih rinci suatu masalah. Mengetahui akar masalahnya, menjadi sangat penting sebab akan sangat menentukan dalam mengambil keputusan yang tetap. Dalam organisasi, biasanya yang memiliki Zoom Out View adalah para ketua atau pimpinan. Sebab mere...

BOSAN

 B.O.S.A.N Apa yang Anda ingin katakan dengan kata ini? Bosan. Pernahkah anda dalam melakukan rutinitas atau pekerjaan tapi anda menjalaninya dengan rasa bosan? Saya yakin pernah. Dan bagi penulis, itu adalah manusiawi saja. Tapi tentu, ini tidak boleh bercokol terlalu lama di dalam perasaan Kita, sebab akan mempengaruhi produktifitas Kita dalam mengerjakan rutinitas itu. Tahukah Anda, kata bosan ini sudah pernah disinggung oleh Nabi Kita Muhammad saw. dalam hadistnya: روى البخاري (43) ومسلم (785) واللفظ له عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعِنْدِي امْرَأَةٌ، فَقَالَ: مَنْ هَذِهِ؟ فَقُلْتُ: امْرَأَةٌ لَا تَنَامُ، تُصَلِّي. قَالَ: عَلَيْكُمْ مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَاوَمَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (43) dan Muslim (785), dengan lafaz dari Muslim, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Rasululla...

FOLLOW UP

Kata ini tidak asing lagi di telinga orang-orang yang hari-harinya bergelut di institusi, komunitas, organisasi ataupun yang lainnya. Apalagi kalau sering rapat, meeting, dan lainnya. Tapi kata ini sering sekali terabaikan begitu saja ketika orang sudah rapat ataupun meeting. Begitu pentingnya kata ini, menjadi faktor penentu apakah hasil rapat itu bisa terealisasi atau malah berlalu begitu saja, sampai diingat saat rapat kembali. Faktor penentu dari kata follow up ini adalah pimpinan, ketua atau penanggungjawab utama. Orang-orang inilah yang penentu utama. Ketika orang-orang ini jenuh menagih atau men-folllow up hasil keputusan, maka keputusan itu tinggallah sebuah kenangan. Atau kata lain, hanya menghabiskan waktu untuk rapat. Ngga pernah ada hasil yang maksimal. Kasar-kasarnya, kalau ngga bisa/berani memfollow up, lebih baik nda perlu menghabiskan waktu untuk rapat. Pada akhirnya, orang-orang ini terlihat sibuk karena bisa meeting sana sini, tapi nda menghasilkan apa-apa.

Puasa sebagai Instrumen Kepekaan Sosial

Pernahkah Anda mendengar hadis tentang Nabi menganjurkan jika memasak Sayur agar memperbanyak kuahnya? “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu” [HR. Muslim] Apa yang ada dibayangan pembaca mendengar atau membaca hadist tersebut? Yah itulah yang penulis ingin uraikan pada kesempatan ini. Penulis sendiri, Ketika membaca hadist itu merasa kok Islam perhatian banget kepada orang lain. Sampai sekecil itu diperhatikan. Dari sini Kita mengerti betapa islam itu menjadi ‘Rahmat bagi seluruh alam’ Sebab kasih Sayang yang diterapakan dapat dimulai pada hal-hal kecil. Hadis ini tentu dalam konteks kepedulian kepada sesama, bahwa setiap muslim sangat sensitif atau peka dengan urusan muslim lainnya. Lalu bagaimana dengan puasa? Setidaknya ada dua yang yang sangat bersentuhan langsung dengan kepekaan sosial. Pertama, syariat Puasa mengantarkan Kita pada gerbang kepekaan sosial yang tinggi. Letaknya dimana? Apa yang Anda rasakan ketika ...