Skip to main content

Tidak ada yang Abadi kecuali Perubahan itu Sendiri

Tidak ada yang Abadi kecuali Perubahan itu Sendiri

Dalam salah satu kesempatan Saya mengikuti satu satu lembaga training, pada sesi tanya jawab, seorang peserta menanyakan tentang skil/jurusan yang sementar Ia jalani.

Namun dalam perjalannya, Ia cukup galau karena merasa jurusannya itu akan digantikan oleh teknologi. Tekonologi bahkan lebih canggih mengambil alih skil yang selama ini ia jalani dan ia geluti.

Ia memprediksi, suatu saat keahlian Ia saat ini pasti akan tergantikan, dan Ia pasti tidak diapakai lagi.

Pemateri yang saat itu menjawab, yang kira-kira jawabannya begini, “Sebaiknya memang, pada skil skil atau kemampuan yang Kita miliki, setiap tahun harus dievaluasi, guna untuk memikirkan apakah ini akan masih perlu dipertahankan atau harus dihentikan dan mengganti dengan keahlian yang baru,” menurutnya.

Pada kesempatan yang lain, dalam seminar yang Saya ikuti, sang pembicara menuturkan bahwa “Masa depan itu jangan pernah berpikir bahwa 10 tahun atau 20 tahun lagi, tapi masa depan depan adalah satu tahun lagi, 2 tahun lagi,” menurutnya penting menjadi pengetahuan sebab perkembangan yang sangat pesat ini membuatnya menjadi sangat cepat membentuk perubahan. Kalau tidak survive, memungkinkan akan ketinggalan kereta.

Maka hal yang perlu dipersiapakan adalah kemampuan di tiga tahap:
1 Skil yang jangka pendek (1-5 tahun masa berlakunya)
2. Skil yang jangka menengah (5-10 tahun masa berlakunya)
3. Skil yang jangka Panjang (Ia bertahan sepanjang hidup)

Ketiga-tiganya sangat perlu dipersiapkan dalam menghadapi begitu banyak kemungkinan.
Contoh yang paling terasa adalah penggunaan teknologi spesifik pada penggunaan media sosial.

Ketika FaceBook muncul, semua orang menggunakan Facebook, lalu FaceBook tidak lama bertahan digantikan oleh Instagram, begitu instgram lagi diganrungi muncul lagi aplikasi TikTok yang saat ini sedang berjaya.

Tidak menutup kemungkinan 2 tahun lagi ada aplikasi yang baru yang akan menggantikan fokus orang untuk menggunakannya. Tidak ada yang abadi kecuali perubahan itu sendiri.

#Produktive #Perubahan

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...

Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran

  Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran   Sebelum Kita membahas jenis-jenis Komunikasi Dakwah di dalam al Qur’an, Yuk kita kenali dulu apa itu Komunikasi Dakwah? Komunikasi Dakwah Komunikasi artinya suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain baik secara verbal maupun non verbal. Sedangkan pengertian dakwah adalah panggilan, seruan, atau ajakan yang asal katanya (masdar) dari Bahasa Arab da’a-yad’u. Adapun secara istilah ialah ajakan kepada jalan Allah swt. sesuai dengan akidah, syariah, dan ahlak karimah.   Di dalam al-Qur’an terdapat jenis-jenis perkataan atau komunikasi yang digunakan. Apa saja itu? 1. Perkataan yang Baik (Qaulan Ma’rufa) Qaulan Ma’rufa   artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaan. Selain itu, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang penuh dengan manfaat, sehingga menghasilkan kebaikan.   ﴿ وَلَا تُؤْتُوا السُّ...