Skip to main content

Imam Imamji Dih?

Suatu waktu, Saya pernah bertamu di rumah seseorang. Seperti biasa, Kita mulai kenalan dengan mengenalkan nama. Lanjut pertanyaan selanjutnya yaitu pekerjaan. Bertanya soal pekerjaan memang rada-rada berat dijawab oleh orang tertentu, apalagi jika pekerjaannya itu tidak ada dalam list yang dianggap sebagai pekerjaan wow, mewah, dan bergengsi, setidak-tidaknya PNS lah. Biasanya kurang power full mengucapkannya.

Saya menyebutkan jika saat ini Saya sebagai Imam masjid. Sontak Ia langsung menanggapi, "Imam-imam ji dih?" Saya dengar tanggapannya itu langsung kena mental. Segitunya kah Imam di benak Dia?

Spontan Saya menanggapi tanggapannya itu, sebagai tanggapan yang berlebihan bahkan 'kurang ajar' setidaknya dalam penafsiran Saya, merujuk dengan bahasa dan nada yang Dia gunakan.

Lanjut, Ia juga bertanya "Apakah Imam itu punya Gaji?" Saya lalu diam, tidak ingin memperpanjang. Cari pembahasan lain. Entah bagi Dia itu merupakan hal yang biasa saja, mungkin saja.

Padahal, jadi imam itu istimewa. Itupula alasannya Saya memilih jadi Imam. Setidaknya, hafalan bisa terus bertambah atau semakin kuat. Karena sering dipake, sering dibaca. Jadi imam bisa menjadi filter tersendiri bagi diri untuk tetap melakukan hal-hal yang baik, sebab tanggungjawab moral.

Jadi imam, bisa saja izin untuk tidak hadir, tapi tidak bisa izin untuk terlambat. Jika timer sudah berhenti, itu artinya Solat pasti akan dimulai.

****
Bagi anak kuliah, menjadi Imam adalah sesuatu hal yang cukup diimpikan. Karena selain berpahala, juga berma'isyah (punya penghidupan). Seperti halnya Saya, dulu masuk kuliah untuk tanggulangi biaya pendaftaran itu dari hasil Imam Tarwih di bulan Ramadan.

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Empat Perkara Kebahagiaan Hakiki

Empat Perkara Kebahagıaan Hakiki: 1. Kedekatan kepada Allah 2. Hubungan keluarga yang baik 3. Sehat jasmani 4. Pekerjaan yang bagus Jika salah satu diantaranya tidak terwujud atau tidak didapatkan maka tidak lengkap kebahagian itu. Walaupun sehat jasmaninya pekerjaannya bagus namun hubungan kekeluargaannya tidak bagus, maka tidak sempurna suatu kebahagiaan seseorang. Walaupun, hubungan keluarganya bagus, pekerjaannya bagus namun hubungannya kepada Allah tidak bagus, tidak taat kepada Allah, maka kebahagiaanya itu tidak sempurna. Yang paling utama ialah kedekatan kepada Allah. Sebab kedekatan itu mendatangkan ketenagan, mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan keridaan, mendatangkan optimisme, menghadirkan kegembiraan, Karena Allah subhanahu wataala berfirman: ﴿ وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ١٢٤ ﴾ "Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan men...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...