Skip to main content

Ziarah Kubur dan Renungan Sirkulasi Kehidupan

 Ziarah Kubur dan Renungan Sirkulasi Kehidupan


Ziarah kubur di momentum hari Raya Idul Fitri menjadi sangat jamak dilakukan oleh umat muslim khususnya di Indonesia. Rasa-rasanya ada yang kurang jika tidak menyempatkan diri untuk menziarahi kuburan keluarga yang telah mendahului.


Sebab di momentum inilah, orang bisa meluangkan waktu terlebih jika terikat dengan suatu pekerjaan. Dan di hari Raya Idul Fitrilah orang diberikan kesempatan untuk mudik dan bertemu sanak keluarga di kampung.


Namun, Ziara Kubur tidak hanya menyaksikan hamparan kuburan dan ornamen ciri khasnya tapi juga menghadirkan renungan.


Orang-orang yang telah mendahului Kita, adalah orang-orang yang dilengkapi dengan ketokohannya. Ia menjadi tokoh di masanya. Ia pernah menjadi sangat berjasa bagi banyak kehidupan orang lain. Ia bagai bak pahlawan yang sangat berjasa. Ia pernah membuat satu terobosan, kebijakan dengan segala maslahatnya.


Tapi yang namanya kehidupan pastilah ada akhirnya. Allah punya skenarionya. Bahwa sehebat apapun di masanya, Ia akan berakhir. Ia punya masa dan akan terhenti menggunakan masa itu.


Dan limit kehidupan itu hanya Dia-lah yang tahu. Ia menjadi rahasia bagi semua orang. Namun ini tentu punya hikmah dan alasan tersendiri.


Anda bisa membayangkan, jika semua orang terus-terusan hidup? Tidak ada istilah kematian. Maka yang mungkin terjadi adalah keruwetan. Sebab menyaksikan orang yang hidupnya satu dekade merupakan satu peristiwa besar, sebab orang itu tidak bisa lagi berbuat apa-apa. Dan akan menjadi urusan keluarganya.


Dan kematian itulah menciptakan sirkulasi udara bagi kehidupan selanjutnya. Selain itu, mengirimkan pesan jika ingin menjadi testimoni yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian adalah berbuat baiklah. Buatlah peran, buatlah kebijakan. Sehingga itu menjadi cerita yang indah bagi pemilik masa selanjutnya.


Kematian menjadi alarm, menghadirkan kesadaran untuk terus berupaya melakukan kebaikan, dan jangan ada celah untuk melakukan hal-hal yang tidak berguna apalagi tidak baik.


#idulfitri #aha

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam Manteman, alasan utama dalam memilih Jurusan diperkuliahan, tentu bagaimana prospek kerjanya ke depan. Benar kan? Yuk, coba kita simak beberapa prospek kerja untuk Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.  Terlebih dahulu, udah kenal belum dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam atau dikenal dengan singkatan KPI?  Dari namanya saja kita bisa mengenali kalau Jurusan KPI adalah sebuah Jurusan yang berkecimpung dalam dunia Komunikasi dan Penyiaran, seperti pada umumya Jurusan Komunikasi dan Penyiaran. Nilai plusnya, KPI memiliki pelajaran dengan pendekatan agama, khususnya Islam. Sehingga, dengan bekal pemahaman agama, nyata bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang sekitarnya. 1. Dai/Daiyah Profesional Di Jurusan KPI, diajarkan teknik berkomunikasi, berdakwah, dan banyak lagi pelajaran Islam yang bisa menunjang aktivitas dakwah di tengah masyarakat.   2. Penyiar Radio Tidak semua orang bisa menjadi seoran...

Empat Perkara Kebahagiaan Hakiki

Empat Perkara Kebahagıaan Hakiki: 1. Kedekatan kepada Allah 2. Hubungan keluarga yang baik 3. Sehat jasmani 4. Pekerjaan yang bagus Jika salah satu diantaranya tidak terwujud atau tidak didapatkan maka tidak lengkap kebahagian itu. Walaupun sehat jasmaninya pekerjaannya bagus namun hubungan kekeluargaannya tidak bagus, maka tidak sempurna suatu kebahagiaan seseorang. Walaupun, hubungan keluarganya bagus, pekerjaannya bagus namun hubungannya kepada Allah tidak bagus, tidak taat kepada Allah, maka kebahagiaanya itu tidak sempurna. Yang paling utama ialah kedekatan kepada Allah. Sebab kedekatan itu mendatangkan ketenagan, mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan keridaan, mendatangkan optimisme, menghadirkan kegembiraan, Karena Allah subhanahu wataala berfirman: ﴿ وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ١٢٤ ﴾ "Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan men...