Skip to main content

Idul Fitri: Bahagia dan Membahagiakan

 Idul Fitri: Bahagia dan Membahagiakan


Satu potongan ceramah yang sangat menginspirasi di hari Idul Fitri ini oleh Syakh Dr. Yusuf al Qardawi


Ramadan dan Idul Fitri menghadirkan dua pesan istimewa;


Satu pesan Rabbani, bahwa setiap individu mempush dirinya agar meningkatkan ketaqwaan dan mengekang syahwatnya. Bahkan membatasi diri dari hal-hal yang berlebihan meskipun itu halal. Bersikap proporsional terhadap sesuatu dan merutinkan diri dengan ibadah-ibadah yang menunjang peningkatan ketaqwaan, baik puasa, solat wajib disempurnakan dengan solat sunnah dan ibadah yang lainnya.


Dan ibadah ini, jika didawamkan akan sangat membahagiakan, membuat hati menjadi sangat sehat, meningkatkan rasa syukur, tawadhu’, rendah hati, sangat mudah berlapang dada.


Dua Pesan Insani, yaitu membahagiakan orang lain terutama yang sangat membutuhkan. Dalam bulan puasa, ada satu syariat yang menjadi penyempurna dari rangakian ibadah seorang muslim yaitu Zakat Fitrah.


Apa pesan Zakat Fitrah bagi umat muslim? Yaitu berbagi. Dimana berbagi identik dengan membahagiakan orang lain. Membuat orang lain merasa diperhatikan, bahkan ketika mereka dalam keterpurukan.


Begitupun dengan Hari Raya Idul Adha. Syariat yang diawali dengan sholat, usai melaksanakan dianjurkan agar cepat memotong hewan qurban.


Lalu apa makna hewan qurban ini bagi muslim? Ini adalah tentang memastikan tidak ada orang yang kekurangan gizi. Memastikan makanan yang dimakan halal dan baik untuk dikomsumsi.


#IdulFitri1446H #aha

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...

Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran

  Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran   Sebelum Kita membahas jenis-jenis Komunikasi Dakwah di dalam al Qur’an, Yuk kita kenali dulu apa itu Komunikasi Dakwah? Komunikasi Dakwah Komunikasi artinya suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain baik secara verbal maupun non verbal. Sedangkan pengertian dakwah adalah panggilan, seruan, atau ajakan yang asal katanya (masdar) dari Bahasa Arab da’a-yad’u. Adapun secara istilah ialah ajakan kepada jalan Allah swt. sesuai dengan akidah, syariah, dan ahlak karimah.   Di dalam al-Qur’an terdapat jenis-jenis perkataan atau komunikasi yang digunakan. Apa saja itu? 1. Perkataan yang Baik (Qaulan Ma’rufa) Qaulan Ma’rufa   artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaan. Selain itu, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang penuh dengan manfaat, sehingga menghasilkan kebaikan.   ﴿ وَلَا تُؤْتُوا السُّ...