Skip to main content

Zoom Out View dan Zoom In View

 Zoom Out View dan Zoom In View


Pernahkah Anda melihat bahwa setiap orang punya cara tersendir dalam menyelesaikan masalahnya? Ada yang betul-betul tepat dan tidak sedikit justru menambah masalahnya.

Kenapa seperti itu? Itu mungkin bisa disebabkan cara Ia melihat suatu masalah dan cara Ia mengambil keputusan. Jadi ketepatan dalam mengambil keputusan menjadi faktor penentu, masalahnya bisa selesai atau malah menambah masalah.

Nah, dalam menyelesaikan masalah dan betul-betul tepat Kita perlu Zoom Out View, melihat secara utuh suatu masalah, sehingga bisa memastikan langkah apa yang akan Kita ambil. Apakah masalah itu saling terkait atau hanya melibatkan satu unsur saja.

Selain itu, perlu juga namanya Zoom In View, yaitu melihat lebih detail dan lebih rinci suatu masalah. Mengetahui akar masalahnya, menjadi sangat penting sebab akan sangat menentukan dalam mengambil keputusan yang tetap.

Dalam organisasi, biasanya yang memiliki Zoom Out View adalah para ketua atau pimpinan. Sebab merekalah yang terbiasa atau berhadapan dengan banyak masalah, sehingga bagaimana Ia menyelesaikan masalah dan seperti apa langkah yang akan diambil.

Sementara yang berkutat pada Zoom In View adalah orang-orang tang terlibat secara langsung dengan masalah atau problem itu, sebab mereka dituntut fokus pada persoalan itu, dan bagaimana teknis penyelesaian masalahnya.


#aha #arinalhidayah

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam Manteman, alasan utama dalam memilih Jurusan diperkuliahan, tentu bagaimana prospek kerjanya ke depan. Benar kan? Yuk, coba kita simak beberapa prospek kerja untuk Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.  Terlebih dahulu, udah kenal belum dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam atau dikenal dengan singkatan KPI?  Dari namanya saja kita bisa mengenali kalau Jurusan KPI adalah sebuah Jurusan yang berkecimpung dalam dunia Komunikasi dan Penyiaran, seperti pada umumya Jurusan Komunikasi dan Penyiaran. Nilai plusnya, KPI memiliki pelajaran dengan pendekatan agama, khususnya Islam. Sehingga, dengan bekal pemahaman agama, nyata bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang sekitarnya. 1. Dai/Daiyah Profesional Di Jurusan KPI, diajarkan teknik berkomunikasi, berdakwah, dan banyak lagi pelajaran Islam yang bisa menunjang aktivitas dakwah di tengah masyarakat.   2. Penyiar Radio Tidak semua orang bisa menjadi seoran...

Empat Perkara Kebahagiaan Hakiki

Empat Perkara Kebahagıaan Hakiki: 1. Kedekatan kepada Allah 2. Hubungan keluarga yang baik 3. Sehat jasmani 4. Pekerjaan yang bagus Jika salah satu diantaranya tidak terwujud atau tidak didapatkan maka tidak lengkap kebahagian itu. Walaupun sehat jasmaninya pekerjaannya bagus namun hubungan kekeluargaannya tidak bagus, maka tidak sempurna suatu kebahagiaan seseorang. Walaupun, hubungan keluarganya bagus, pekerjaannya bagus namun hubungannya kepada Allah tidak bagus, tidak taat kepada Allah, maka kebahagiaanya itu tidak sempurna. Yang paling utama ialah kedekatan kepada Allah. Sebab kedekatan itu mendatangkan ketenagan, mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan keridaan, mendatangkan optimisme, menghadirkan kegembiraan, Karena Allah subhanahu wataala berfirman: ﴿ وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ١٢٤ ﴾ "Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan men...