Skip to main content

PEMBISIK

 PEMBISIK


Ada satu diksi dalam hadist Nabi yang cukup menyita perhatian Saya adalah istilah bithonan بطانة yang artinya pembisik.


Dalam hal kekuasaan, istilah ini tidak bisa dipisahkan dan memiliki peran yang sangat strategis. Sebab Ia bisa menjadi mata dan telinganya pemimpin yang sedang berkuasa. Apa yang disampaikan, agenda yang dikehendaki akan memiliki peluang diakomodir.


Karenanya, jika si Pembisik punya agenda tersulubung akan sangat berbahaya. Begitupun sebaliknya, jika agendanya demi kemaslahatan bersama maka akan menciptakan dampak yang luar biasa.


Di antara hadits yang menyinggung pembisik ini adalah:


‎مابعث الله من نبي ولا إستخلف من خليفة، إلا كانت له بطانتان؛ بطانة تأمره بالمعروف وتحضه عليه، وبطانة تأمره بالشر وتحضه عليه. والمعصوم من عصم الله


“Tidaklah Allah ‘azza wa jalla mengutus seorang Nabi atau mengangkat seorang khalifah [pemimpin], melainkan padanya ada dua pengawal [orang dekat, orang kepercayaan, atau pembisik]; pembisik yang memerintahkan perkara baik dan ia mendukungnya serta pembisik yang memerintahkan perkara buruk dan ia mendukungnya. Orang yang terpelihara, adalah yang dijaga Allah ‘azza wa jalla.” (HR. Al-Bukhari dari shahabat Abu Sa’id al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhumaa).


Karena demikian strategisnya peran pembisik ini, tidak jarang banyak pemimpin yang tergelincir dalam kewenangannya.


Ummul Mukminiin ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa menuturkan sabda Rasulullaah  ﷺ berikut ini:


‎إذا أراد الله بالأمير خيرًا جعل له وزير صدق؛ إن نسي ذكَّره، وإن ذكَر أعانه، وإذا أراد به غير ذلك جعل له وزير سوء؛ إن نسي لم يذكِّره، وإن ذكَر لم يُعِنه


“Apabila Allah ‘azza wa jalla menghendaki kebaikan bagi seorang pemimpin, maka Allah jadikan baginya menteri (amir) yang baik; jika pemimpin lupa ia mengingatkannya, jika pemimpin ada dalam kebenaran ia membantunya. Dan apabila Allah ‘azza wa jalla menghendaki selain itu [bukan kebaikan] bagi seorang pemimpin, maka Allah jadikan baginya menteri (amir) yang buruk; jika pemimpin lupa ia tidak mengingatkannya, jika pemimpin ada dalam kebenaran ia tidak membantunya.” (HR. Abu Dawud dengan sanad jayyid berdasarkan persyaratan Imam Muslim).


Pembisik bisa berarti orang terdekatnya, keluarganya, mentri-mentrinya, aparat-aparatnya.

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam

Prospek Kerja Anak Komunikasi dan Penyiaran Islam Manteman, alasan utama dalam memilih Jurusan diperkuliahan, tentu bagaimana prospek kerjanya ke depan. Benar kan? Yuk, coba kita simak beberapa prospek kerja untuk Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.  Terlebih dahulu, udah kenal belum dengan Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam atau dikenal dengan singkatan KPI?  Dari namanya saja kita bisa mengenali kalau Jurusan KPI adalah sebuah Jurusan yang berkecimpung dalam dunia Komunikasi dan Penyiaran, seperti pada umumya Jurusan Komunikasi dan Penyiaran. Nilai plusnya, KPI memiliki pelajaran dengan pendekatan agama, khususnya Islam. Sehingga, dengan bekal pemahaman agama, nyata bisa bermanfaat untuk dirinya dan orang sekitarnya. 1. Dai/Daiyah Profesional Di Jurusan KPI, diajarkan teknik berkomunikasi, berdakwah, dan banyak lagi pelajaran Islam yang bisa menunjang aktivitas dakwah di tengah masyarakat.   2. Penyiar Radio Tidak semua orang bisa menjadi seoran...

Empat Perkara Kebahagiaan Hakiki

Empat Perkara Kebahagıaan Hakiki: 1. Kedekatan kepada Allah 2. Hubungan keluarga yang baik 3. Sehat jasmani 4. Pekerjaan yang bagus Jika salah satu diantaranya tidak terwujud atau tidak didapatkan maka tidak lengkap kebahagian itu. Walaupun sehat jasmaninya pekerjaannya bagus namun hubungan kekeluargaannya tidak bagus, maka tidak sempurna suatu kebahagiaan seseorang. Walaupun, hubungan keluarganya bagus, pekerjaannya bagus namun hubungannya kepada Allah tidak bagus, tidak taat kepada Allah, maka kebahagiaanya itu tidak sempurna. Yang paling utama ialah kedekatan kepada Allah. Sebab kedekatan itu mendatangkan ketenagan, mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan keridaan, mendatangkan optimisme, menghadirkan kegembiraan, Karena Allah subhanahu wataala berfirman: ﴿ وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ١٢٤ ﴾ "Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan men...