Kata ini tidak asing lagi di telinga orang-orang yang hari-harinya bergelut di institusi, komunitas, organisasi ataupun yang lainnya.
Apalagi kalau sering rapat, meeting, dan lainnya. Tapi kata ini sering sekali terabaikan begitu saja ketika orang sudah rapat ataupun meeting.
Begitu pentingnya kata ini, menjadi faktor penentu apakah hasil rapat itu bisa terealisasi atau malah berlalu begitu saja, sampai diingat saat rapat kembali.
Faktor penentu dari kata follow up ini adalah pimpinan, ketua atau penanggungjawab utama. Orang-orang inilah yang penentu utama.
Ketika orang-orang ini jenuh menagih atau men-folllow up hasil keputusan, maka keputusan itu tinggallah sebuah kenangan. Atau kata lain, hanya menghabiskan waktu untuk rapat. Ngga pernah ada hasil yang maksimal.
Kasar-kasarnya, kalau ngga bisa/berani memfollow up, lebih baik nda perlu menghabiskan waktu untuk rapat.
Pada akhirnya, orang-orang ini terlihat sibuk karena bisa meeting sana sini, tapi nda menghasilkan apa-apa.
Comments
Post a Comment