Skip to main content

Tiga Generasi dalam Setiap Episode Pembangunan



Biasanya semangat pendiri itu sangat-sangat dahsyat. Spektrumnya terus melebar kemana-kemana, sangat sulit dibendung, bahkan sangat sulit dihalau jika ada orang-orang yang punya niat untuk menghalaunya.
Proyek-proyek yang pendiri cetuskan selalu berjalan walaupun berjalan dengan penuh hambatan tapi itu tidak jadi soal, karena itu bagian dari drama yang harus dilewati.


Sebabnya, sebagai Pendiri atau Founder tidak boleh sedikit pun memperlihatkan wajah dan kalimat atau perilaku pesimisme dalam merealisasikan idenya. Ia harus pintar akting agar selalu terlihat optimis, punya semangat jiwa yang menggelora.


Citra positif ini yang perlu ditularkan, agar memiliki spektrum yang menggetarkan yang mampu dirasakan oleh bawahan.




Begitupun jika kondisi kejiwaan jika dipenuhi dengan pesimisme, maka spektrumnya juga akan dirasakan oleh orang-orang sekitar yang menjadi bawahan yang bisa jadi akan menghasilkan nihil kepercayaan. Yang mungkin bisa jadi akan menghasilkan ketidakberdayaan dalam bergerak.



Reaksi dari Founder akan menentukan arah dalam mencapai tujuan.

Akan ada tiga generasi dalam setiap pembangunan:


Generasi pertama: Pembangun (Ini adalah generasi awal, yang ngerti konsep, punya niat murni, memiliki etos kerja yang tinggi)

Generasi kedua: Penikmat (Jika ini tidak kuat menata keorganisasian, maka akan akan muncul generasi selanjutnya)
Generasi ketiga: Merusak (Generasi ini rawan, karena mereka tidak lagi memiliki kemurnian niat seperti generasi sebelumnya, sarat dengan konflik kepentingan)

#pendiri #founder #leadership

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Empat Perkara Kebahagiaan Hakiki

Empat Perkara Kebahagıaan Hakiki: 1. Kedekatan kepada Allah 2. Hubungan keluarga yang baik 3. Sehat jasmani 4. Pekerjaan yang bagus Jika salah satu diantaranya tidak terwujud atau tidak didapatkan maka tidak lengkap kebahagian itu. Walaupun sehat jasmaninya pekerjaannya bagus namun hubungan kekeluargaannya tidak bagus, maka tidak sempurna suatu kebahagiaan seseorang. Walaupun, hubungan keluarganya bagus, pekerjaannya bagus namun hubungannya kepada Allah tidak bagus, tidak taat kepada Allah, maka kebahagiaanya itu tidak sempurna. Yang paling utama ialah kedekatan kepada Allah. Sebab kedekatan itu mendatangkan ketenagan, mendatangkan kebahagiaan, mendatangkan keridaan, mendatangkan optimisme, menghadirkan kegembiraan, Karena Allah subhanahu wataala berfirman: ﴿ وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى ١٢٤ ﴾ "Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan men...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...