Skip to main content

Masyarakat jadi Malu, Justru Khalifah Umar bin Abdil Aziz lebih Butuh

Masyarakat jadi Malu, Justru Khalifah Umar bin Abdil Aziz lebih Butuh


    Ketika Umar bin Abdul Aziz didatangi salah satu masyarakatnya, yang saat itu Umar bin Abdil Aziz posisinya sebagai khalifah, sebagai pemimpin.
Kedatangan salah satu masyarakatnya itu, ingin meminta sesuatu kepada Umar bin Abdil Aziz, karena menganggap dirinya miskin.
Ketika Ia masuk ke dalam rumah Umar bin Abdil Aziz lalu melihat kondisi rumah sang Khalifah, tak lama Ia keluar dan tidak menyampaikan maksud kedatangannya kepada Sang Khalifah.
Sekeluarnya Ia dari kediaman Umar bin Abdil Aziz, orang-orang pada bertanya, kenapa Kamu keluar dari rumah Khalifah dan tidak membawa sesuatu.
Maka Iapun menjawab, Saya memang tidak menyampaikan hajat Saya kepada Khalifah, Saya malu kepada kepada Khalifah. Saya menyaksikan kondisi kehidupan Khalifah, justru kehidupan Saya lebih baik daripadanya.
Kehidupan Umar bin Abdil Aziz mencerminkan sebagai sosok pemimpin yang lebih mendahulukan kepentingan/urusan masyarakatnya. Menjadikan kepemimpinannya yang singkat ditangisi oleh siapapun.
Kematiannya ditangisi oleh anak-anak seolah-olah mereka telah kehilangan sosok ayah. ditangisi oleh para wanita, seolah-olah ia telah kehilangan sang suami tercinta. Betapa berat kehilangan sosok pemimpian yang adil dan peduli dengan kehidupan masyarakatnya.
Kata Raja Romawi, "Hari ini telah wafat seorang Raja yang adil, yang keadilannya tidak ada orang yang mampu menyaingi keadilannya."
Inspirasi Khutbah Jum'at Syekh Mahmud al Hasanaat حفظه الله
Semua tanggapan:
Arinal Hidayah Amsur

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...

Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran

  Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran   Sebelum Kita membahas jenis-jenis Komunikasi Dakwah di dalam al Qur’an, Yuk kita kenali dulu apa itu Komunikasi Dakwah? Komunikasi Dakwah Komunikasi artinya suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain baik secara verbal maupun non verbal. Sedangkan pengertian dakwah adalah panggilan, seruan, atau ajakan yang asal katanya (masdar) dari Bahasa Arab da’a-yad’u. Adapun secara istilah ialah ajakan kepada jalan Allah swt. sesuai dengan akidah, syariah, dan ahlak karimah.   Di dalam al-Qur’an terdapat jenis-jenis perkataan atau komunikasi yang digunakan. Apa saja itu? 1. Perkataan yang Baik (Qaulan Ma’rufa) Qaulan Ma’rufa   artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaan. Selain itu, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang penuh dengan manfaat, sehingga menghasilkan kebaikan.   ﴿ وَلَا تُؤْتُوا السُّ...