Skip to main content

Perbaiki Citra, Perkuat Kuliatas

Perbaiki Citra, Perkuat Kualitas.

Ada yang bagus dalam hal citra, namun ia bagaikan buih di lautan. Terombang ambing, tak menentu arah perjalananya. Akses untuk menemukannya sangat mudah.

Ada yang tenggelam ke dasar laut, bagai mutiara. Hanya orang-orang yang betul-betul mencarinya yang bisa menemukannya. Tidak mungkin ditemukan dimana-mana. Tempatnya sangat rahasia dan akses untuk menemukannya sangatlah susah.

Beberapa waktu lalu, Saya bincang-bincang dengan seorang kawan. Saya cukup terkejut. Ternyata, Ia tidak memiliki akun medsos dan tidak aktif di medsos walau untuk sekadar bersapa-sapa dengan teman-temannya. Kecuali WA. Itupun karena menurutnya ada kebutuhan mendesak. Andaikan tidak, Ia juga memilih untuk tidak memiliki itu.

Masa ia? Di zaman sekarang orang tidak tergiur untuk mengoleksi banyak akun untuk sekadar kepoin status teman atau bahas sana bahas sini.

Itu adalah pilihannya menurutnya. Ia khawatir akan dikendalikan oleh arus yang tak bertepi ini. Ia sangat khawatir tidak bisa membentuk pertahanan diri. Sehingga waktunya banyak terkuras dari fokus Dia.

Ta'ajjabtu bi haaza ar-Rajul. Ia telah memilih jalan yang beda. Lebih fokus pada kualitas dirinya. Ia ingin kokoh. Ia ingin tumbuh dengan cara yang Ia yakini. Ia paham kendali dirinya.

Sangat beda dengan jalan yang Saya tempuh. Mungkin lebih terus terang jika Saya mengatakan ini demi citra. Soal kualitas itu nomor sekian, lain urusan. Apa-apa sangat kurang jika citra tidak ter-up. Jika kembali merenungi, ini demi apa? Dan untuk apa? Apakah menguntungkan? Siapa diuntungkan?

Refleksi diri. Saatnya mengendalikan, bukan malah dikendalikan.

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...

Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran

  Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran   Sebelum Kita membahas jenis-jenis Komunikasi Dakwah di dalam al Qur’an, Yuk kita kenali dulu apa itu Komunikasi Dakwah? Komunikasi Dakwah Komunikasi artinya suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain baik secara verbal maupun non verbal. Sedangkan pengertian dakwah adalah panggilan, seruan, atau ajakan yang asal katanya (masdar) dari Bahasa Arab da’a-yad’u. Adapun secara istilah ialah ajakan kepada jalan Allah swt. sesuai dengan akidah, syariah, dan ahlak karimah.   Di dalam al-Qur’an terdapat jenis-jenis perkataan atau komunikasi yang digunakan. Apa saja itu? 1. Perkataan yang Baik (Qaulan Ma’rufa) Qaulan Ma’rufa   artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaan. Selain itu, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang penuh dengan manfaat, sehingga menghasilkan kebaikan.   ﴿ وَلَا تُؤْتُوا السُّ...