Perbaiki Citra, Perkuat Kualitas.
Ada yang bagus dalam hal citra, namun ia bagaikan buih di lautan. Terombang ambing, tak menentu arah perjalananya. Akses untuk menemukannya sangat mudah.
Ada yang tenggelam ke dasar laut, bagai mutiara. Hanya orang-orang yang betul-betul mencarinya yang bisa menemukannya. Tidak mungkin ditemukan dimana-mana. Tempatnya sangat rahasia dan akses untuk menemukannya sangatlah susah.
Beberapa waktu lalu, Saya bincang-bincang dengan seorang kawan. Saya cukup terkejut. Ternyata, Ia tidak memiliki akun medsos dan tidak aktif di medsos walau untuk sekadar bersapa-sapa dengan teman-temannya. Kecuali WA. Itupun karena menurutnya ada kebutuhan mendesak. Andaikan tidak, Ia juga memilih untuk tidak memiliki itu.
Masa ia? Di zaman sekarang orang tidak tergiur untuk mengoleksi banyak akun untuk sekadar kepoin status teman atau bahas sana bahas sini.
Itu adalah pilihannya menurutnya. Ia khawatir akan dikendalikan oleh arus yang tak bertepi ini. Ia sangat khawatir tidak bisa membentuk pertahanan diri. Sehingga waktunya banyak terkuras dari fokus Dia.
Ta'ajjabtu bi haaza ar-Rajul. Ia telah memilih jalan yang beda. Lebih fokus pada kualitas dirinya. Ia ingin kokoh. Ia ingin tumbuh dengan cara yang Ia yakini. Ia paham kendali dirinya.
Sangat beda dengan jalan yang Saya tempuh. Mungkin lebih terus terang jika Saya mengatakan ini demi citra. Soal kualitas itu nomor sekian, lain urusan. Apa-apa sangat kurang jika citra tidak ter-up. Jika kembali merenungi, ini demi apa? Dan untuk apa? Apakah menguntungkan? Siapa diuntungkan?
Refleksi diri. Saatnya mengendalikan, bukan malah dikendalikan.
Comments
Post a Comment