Skip to main content

Menerapkan 3 Komposisi Hidup

Menerapkan 3 Komposisi Hidup

Banyak yang bingung soal masa depan. Apa rencana ke depan, apa yang akan dikerja, ingin jadi seperti apa dan pertanyaan-pertanyaan yang serupa yang belum mampu untuk terjawab secara pasti.

Olehnya itu, penting untuk mencari tahu langkah apa yang musti dilakukan sehingga mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sedikitnya ada 3 Komposisi yang perlu dipetakan sejak awal, yaitu;
1. Keahlian
2. Pekerjaan
3. Hobi

Pertama adalah keahlian. Keahlian ini indeknya ialah hal yang ingin kita totalitas atau all out menjalaninya. Cara menentukannya ialah, menganalisa kebutuhan sekitar. Apa yang paling dibutuhkan oleh sekitar itu yang dipilih. Sama ketika BJ Habibi memutuskan untuk terjun dan fokus pada pembuatan Pesawat. Ia betul-betul mendalaminya, sangat tekun sehingga mampu mengharumkan nama Bangsa. Itu adalah contoh konkrit soal keahlian. Contoh lain pakar di bidang tertentu. Ahli di bidang hadist, fiqih, al Quran dan lain-lain.

Yang ke dua ialah Hobi. Sepertinya semua orang punya hobi masing-masing. Ini adalah kesenangan. Dalam melakoninya sangat enjoy. Misalnya hobi bola, koleksi barang-barang antik dan sebagaianya. Namun, ada hobi yang bisa menghasilkan ada juga hobi yang hanya menguras fisik dan finansial. Tapi apa boleh buat terlanjur suka, terlanjur hobi.

Yang ke tiga ialah pekerjaan. Kenapa penting pekerjaan, sebab inilah penopang ke dua di atas. Sebab ada keahlian yang tidak dapat menghasilkan finansial atau tak dapat diandalkan menghasilkan. Walaupun banyak keahlian yang bisa diandalkan untuk menghasilkan terutama keahlian di bidang teknologi dan sebagainya. Begitupun dengan hobi. Ada hobi yang bisa menghasilkan ada juga hobi yang tidak dapat diandalkan mendatangkan income. Maka wilayah pekerjaan adalah wilayah yang menjadi penopang kelangsungan hidup.

#Motivasi #Hidup #AHA

Comments

Popular posts from this blog

Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’

  Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ Bagi anak Komunikasi dan Penyiaran Islam kalimat Nahnu Duat Qabla Kulli Syai’ sudah sering kali didengarkan alias sudah menjadi sarapan setiap waktu. Kalimat ini ampuh membangun semangat atau tasyji’ dalam setiap menjalankan amanah dakwah di daerah-daerah tempat tugas. Lalu, apakah arti dari kalimat tersebut? Nahnu Du’aat Qabla Kulli Syai’ ialah Kami Dai sebelum sebagai yang lainnya. Artinya, sebagai apa dan menjadi apapun mereka saat ini atau kelak himmah dakwahnya tetap menyatu dalam pribadinya. Ia boleh menjadi pejabat negara, pegawai pemerintahan, pegawai swasta, direktur perusahaan, menjadi atasan atau bahkan menjadi bawahan, semangat dalam mengajak kepada kebaikan terus Ia tularkan kepada siapa pun. Dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai Dai, Ia bukan hanya dituntut mengunggulkan sisi retorikanya saja dalam hal ini kemampuan dia dalam berbicara, mengusai panggung semata, memikat Ketika sedang berceramah tapi hal yang lain yang tid...

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi Hafizahullah

Delapan Pesan Inspiratif Syekh Arafat Al Majidi 1. Sunnah kehidupan adalah selalu berubah-ubah. Hari ini Anda berada di lembaga A, ke depan bisa jadi pindah ke lembaga B. 2. Maksimalkan setiap kesempatan untuk belajar mencari pengalaman dari hal yang paling kecil hingga yang paling besar. Carilah pengalaman sebanyak-banyaknya. Jangan puas denga hanya satu pengetahuan. 3. Ketika bekerja dalam sebuah lembaga pahamilah bahwa Anda tidak lama bekerja di situ, apa yang diberikan berupa gaji, pastikan itu akan cepat habis. Yang tidak akan hilang adalah pengalaman dalam bekerja. Ketemu dengan tim, maka buatlah kesan yang baik, etos kerja yang baik. Ketika Anda dikenal punya etos kerja yang baik, orang yang mengenalmu akan merekomendasikanmu jika sewaktu-waktu ada orang yang membutuhkan. Saling bertukar kontak dan perkuat silaturahim.  4.  Jangan jadikan Dakwah sebagai Profesi, Dakwah adalah risalah dari Allah subhanahu wataaala. Sebagaimana para ulama-ulama terdahulu, sela...

Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran

  Jenis-Jenis Komunikasi Dakwah Menurut Al Quran   Sebelum Kita membahas jenis-jenis Komunikasi Dakwah di dalam al Qur’an, Yuk kita kenali dulu apa itu Komunikasi Dakwah? Komunikasi Dakwah Komunikasi artinya suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak ke pihak yang lain baik secara verbal maupun non verbal. Sedangkan pengertian dakwah adalah panggilan, seruan, atau ajakan yang asal katanya (masdar) dari Bahasa Arab da’a-yad’u. Adapun secara istilah ialah ajakan kepada jalan Allah swt. sesuai dengan akidah, syariah, dan ahlak karimah.   Di dalam al-Qur’an terdapat jenis-jenis perkataan atau komunikasi yang digunakan. Apa saja itu? 1. Perkataan yang Baik (Qaulan Ma’rufa) Qaulan Ma’rufa   artinya perkataan yang baik, ungkapan yang pantas, santun yang tidak menyakiti atau menyinggung perasaan. Selain itu, qaulan ma’rufa adalah perkataan yang penuh dengan manfaat, sehingga menghasilkan kebaikan.   ﴿ وَلَا تُؤْتُوا السُّ...