arinalhidayahamsur.blogspt.com -- Namanya Tating bin Tahia. sudah cukup tua atau bahkan sudah sangat tua. Jatah hidup yang diberikan oleh-Nya banyak bonusnya. Di angkatannya, yang seumuran dengannya hanya bisa dihitung jari, saking sedikitnya. Di kampung sendiri, cuman satu atau dua orang yang masih diberikan bonus sepertinya.
Tahun lalu, Saya datang menemuinya di singgah sana kecintaannya. Sedang membaca al Quran. Quran yang dipakai sudah banyak yang hilang, yang tinggal hanya separoh. Konon, itu pemberian dari Ibu Hare (almarhumah) besennya sendiri.
Selama Ia menggunakan Quran itu, tidak pernah tamat-tamat dari juz satu sampai 30. Karena Qurannya minus banyak.
Saya memberikan al Quran yang baru. Pemberian dari salah satu lembaga yang doyan bagi-bagi Quran. Tentu Ia sangat bersyukur mendapatkan itu. Sebab Qurannya utuh, dan tulisan begitupun warna dari Quran itu sangat jelas ia baca.
Bagi Saya, beliau adalah keajaiban. Dibimbing oleh Allah untuk terus membaca Quran.Di umurnya yang sangat tua, Ia sangat konsisten baca Quran. Dalam sepekan, hanya 3 hari yang ia tidak ful membaca Quran. Ia selang-seling. Jika hari ini baca Quran, besoknya istrahat. Ia membaca Quran dari pagi - magrib. Hanya kebutuhan mendesak yang menjedanya, seperti solat dan makan.
Sudah bertahun-tahun Ia istiqamah membaca seperti itu. Mungkin sebab itulah, Ia sampai hari ini masih sangat fit. Ia bisa bicara dengan suara yang tinggi dan lama. Bahkan ingatan dan penglihatan masih sangat bagus. Ia masih bisa bercerita dengan sejarah masa lalu dan membaca Quran tanpa menggunakan kaca mata.
Allahumma irhamna bi al Quran.
Comments
Post a Comment